Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Anal Seks Pertama di Area Kolam Renang 2

Viral Anal Seks Pertama di Area Kolam Renang 2

 Tradingan.com - Aku jadi kewalahan dalam menghadapi serangan Jerry yang tak kuduga sebelumnya, padahal aku yang punya rencana untuk memberikan kejutan pada Jerry, ternyata sebaliknya justru aku sendiri yang terkejut dengan ulah Jerry yang begitu diluar dugaanku sebelumnya.

“Jer, Jer, aku.. aku,” kataku yang tak bisa kulanjutkan lagi karena ciumannya pada bibirku dan kudengar bisikannya ditelingaku.
“Ar, Ar maafkan aku Ar, aku begitu mengagumimu dengan ketegaran hatimu dalam menghadapi kekalahan diarena, sejak itu ada perasaan simpati, ingin mengenalmu seutuhnya dan apa lagi aku nggak ngerti, aku memang gay,” jawab Jerry.



“Oh Jer, ternyata kita saling mengharapkan dan ingin saling mengetahui seutuhnya dari sisi kehidupan kita masing-masing,” lanjutku.
“Ok Jer, please aku siap mau kamu perlakukan semaumu malam ini,” kataku pasrah.
“Oh tentu Ar, tapi aku nggak mau egois, kamupun juga punya hak sama atas diriku, ok?” katanya.

Setelah kecupan dan saling melumat bibir masing-masing, aku mulai menciumi puting didada yang bidang itu dan kutelusupkan bibirku diketiaknya yang beraroma kejantanan itu, dan terus turun kepusarnya dan kurasakan ada benda hangat dan keras yang menyentuh-nyentuh leherku dari arah bawah yang segera kulumat benjolan sebesar telur ayam itu, ketika kumasukkan ke dalam mulutku kurasakan kehangatan benda itu dengan kejut-kejut yang menggelinjang dirongga mulutku. Kumasuk keluarkan tuh penis yang ngaceng kaku dengan bibirku sambil kuhisap-hisap dan kusedot-sedot dan rupanya Jerry merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan apa yang kulakukan itu.

Karena aku tidak ingin segera mengakhiri permainan itu secepatnya, maka segera kulepaskan hisapanku pada penisnya dan kemudian yang menjadi sasaranku adalah kantong pelirnya dan terus kebawah lagi ke lubangnya yang ditumbuhi rambut-rambut halus disekelilingnya. Rupanya Jerry mengerti dengan apa yang kuinginkan, segera diraihnya botol lotion dan diusapkan disekitar lobangnya sambil berusaha untuk melemaskan lobangya dengan cara memasukkan jarinya ke dalam lobangnya.

“Ok, Ar aku sudah siap, please, masukkan punyamu dilobangku,” pintanya.
“Ok, Jer”

Segera kubimbing penisku yang ukurannya lebih kecil sedikit bila dibandingkan dengan penis Jerry yang kepalanya membonggol itu, kuarahkan kelobang pantat Jerry dan.

“Ohh, aduh Ar, enak Ar,” racau Jerry.
“Ayo terus Ar, goyang terus Ar”
“Ooohh Arr, ennaakk Ar, Yaahh, oohh yess enak Ar”

Akupun segera mengimbangi dengan gerakan maju mundur dengan cepatnya dan tak berapa lama kemudian aku mengejang dan

“Ohh Jer, aku mau keluar nih,” kataku.
“Ooohh, Jerr, enakk Jer, nikmat Jerr,” sambil kulumat bibirnya aku mengelosoh di sebelahnya dengan nafas yang masih tersengal-sengal sambil kunikmati sisa-sisa kenikmatan dari hasil pendakianku tadi kubisikkan ditelinga Jerry.
“Ayo Jerr, sekarang giliran kamu mengadakan pendakian sampai kepuncaknya”



Segera Jerry bangkit dari tidurnya dan kemudian mulai mencumbuiku dari ujung kepala sampai keujung kaki dan kemudian berhenti dipenisku yang barusan mengeluarkan pejuhnya. Dibuatnya bermain dengan lidahnya, dikulumnya dan disedotnya sampai kurasakan mulai ada ketegangan lagi yang menjalari penisku kemudian Jerry mulai mengendus kantong pelirku dan kemudian lidahnya bermain-main disekitar lobang anusku dan berusaha untuk memasukkan lidahnya ke dalam lobangku. Hal ini kurasakan berapa saat sampai aku sendiri merasakan lobangku sudah siap untuk menerima milik Jerry yang lebih besar dariku, ketika penetrasi dari penis Jerry mulai membuka lobangku kurasakan ada benda hangat yang menyeruak masuk dan aku merasakan kesakitan, pedih panas tapi itu kurasakan untuk beberapa saat sampai seluruh batang Jerry masuk sepenuhnya ke dalam lobangku dan dia memberikan sedikit waktu untuk relaks agar lobangku bisa menerima dan menyesuaikan dengan penisnya yang besar itu yang panjangnya sekitar 19 cm dengan diameter kurang lebih 5 cm itu. Lanjut baca!


Viral Anal Seks Pertama di Area Kolam Renang 1

Viral Anal Seks Pertama di Area Kolam Renang 1

 Biodataviral.com - Pesta Pekan Olahraga Nasional ke XV baru saja usai, akan tetapi kenangan dan bayangan wajah seorang atlit renang dari salah satu provinsi di Indonesia itu (sengaja aku nggak mau menyebutkan daerah asalnya), masih lekat terbayang dalam ingatanku, Jerry namanya.


Pada saat acara pembukaan PON XV semua atlit berdefile berdasarkan urutan yang sudah ditentukan oleh panitia penyelenggara, pada saat itu mataku menatap seraut wajah yang bagiku terasa lain dari pada yang lain, rasanya wajah itu begitu special bagiku dengan mata elangnya yang seakan menusuk sampai dasar hati yang paling dalam, untuk mengenalnya lebih jauh rasanya tidak mungkin karena begitu banyaknya peserta yang berdefile sedangkan jarak antara aku dan dia cukup lumayan jauhnya. Aku tahu dia atlit dari provinsi itu karena kulihat dari seragam yang dipakainya, karena di depan barisannya ada tulisan daerah asalnya yang begitu besar dan ditulis dengan huruf yang mencolok, tapi aku masih belum mengetahui dia atlit untuk cabang olah raga apa?

Sampai akhirnya suatu sore aku iseng-iseng datang ke gelanggang renang yang ada di GOR Renang Kertajaya, karena aku memang bukan atlit yang diunggulkan sehingga dalam babak penyisihan aja sudah keok, jadi masih banyak waktu yang tersisa untuk santai sambil menikmati rekan-rekan atlit berlaga digelanggangnya masing-masing. Dan aku paling menyukai gelanggang renang, karena alasannya yah tahu sendiri khan? Disana banyak body-body yang bagus yang hanya terbungkus celana yang sangat minim sekali bahkan seminim mungkin untuk meringankan gerak tubuh pada waktu berenang.

Pada saat babak penyisihan kudengar dari pengeras suara, yang menyebutkan nama-nama atlit yang akan berlaga dilintasan yang juga ikut disebutkan. Dan akhirnya kudengar sebuah nama Jerry atlit renang yang mewakili propinsinya yang sebelumnya sudah kuingat-ingat karena kepenasaranku. Betapa hatiku berdegup dengan kerasnya ketika kulihat si mata elang itu, ternyata dia bernama Jerry, oh Jerry, Jerryku kamu mau berlaga sore ini. Walaupun mataku hanya terpaku pada wajahnya dan bodinya yang begitu aduhai itu, dengan dada bidang membentuk segitiga dan pinggang yang ramping serta otot lengan yang bertonjolan tergambar secara jelas, mungkin sekali dia sering mengikuti program fitness yang cukup ketat.



Aku berusaha untuk menahan diri, akan tetapi aku tak mampu. Akhirnya aku bangkit dari dudukku dan menuju ruang ganti atlit karena aku tahu pasti bahwa sehabis berlaga pasti masuk keruang ganti untuk menunggu giliran selanjutnya kalau menang dan untuk ganti dengan pakaian seragam daerahnya kalau kalah. Ternyata setelah usai perlombaan renang tersebut, kudengar dari pengeras suara, namanya tidak terdaftar sebagai pemenang, akan tetapi dia berada diurutan yang kesekian sehingga dia tidak mungkin untuk tampil dibabak berikutnya dan hal ini aku makin bersorak karena dengan demikian aku mempunyai banyak waktu untuk berkenalan, mengobrol dan yang lainnya.

Ketika simata elang itu memasuki ruang ganti dengan wajah yang kuyu dan tak bersemangat, aku segera menghampirinya dan menyapanya. Lanjut baca!


Viral Kisah Catatan Perjalanan Anal Seks 2

Viral Kisah Catatan Perjalanan Anal Seks 2

 Topoin.com - Setelah BT cukup lama di kamar sehabis makan pagi, aku memutuskan untuk go for sight seeing, who knows bisa ketemu “barang bagus” a long the street (smile!). Kebetulan ada circle bus yang stationed di depan Holiday Inn, so, aku manfaatin aja. Dari Holiday Inn, tempatku menginap, bus tersebut menyususri jalan-2 yang bersih dengan pemandangan countryside yang khas Jepang. Hanya ada satu dua motor yang berseliweran dan bus-2 pariwisata yang saling mendahului dalam memberi jalan bagi kendaraan lain.


Circle bus tersebut berhenti berturut-turut di Nikko Winds Hotel, ANA Excel Hotel, Tokyu & Hilton Narita Hotel dan selanjutnya berhenti sejenak di Humax Cinema Complex (Spiderman ternyata masih ditayangkan disini), kemudian berturut-turut: AEON Shopping mall, Gobu Ohashi, Bon Belta Dept. Store, YOKADO shopping mall (ada Laox disini), Hana no yu hot spring spa, Keisei Narita Station dan Narita san Temple, kemudian balik ke Holiday Inn. Fare untuk circle bus ini hanya 150 Yen. Di jalan tidak banyak ditemui orang berseliweran, begitu juga pada setiap perhentian di depan hotel. Kebanyakan yang terlihat mejeng di halaman dan yang ikutan gabung hanya “wisman” bule. Lha kalo yang ini mah, di Indonesia juga buanyaak!!: p

Balik ke Hotel aku coba menghabiskan waktu dengan mengecek email pada pc yang connect ke internet. DI Holiday Inn, Tobu, Narita untuk menggunakan fasilitas internet, kita harus menyiapkan coin 100 yen tiap 10 menit. Benar-benar membosankan dan ribet. Padahal waktu nginap di Hotel Towa, Ueno, Tokyo, sarana internet ini disediakan gratis bagi penghuni bahkan ada 3 pc yang tersedia di counter. Nggak mungkinlah untuk waktu yang sempit ini dipakai chatting, so, aku akhirnya hanya memeriksa email yang masuk dan membalas email dari teman-2, teristimewa my Soul-mate di Bandung. Sekitar 6 coin tertelan timer box yang conected to PC, akhirnya aku balik ke kamar. Di kamar aku melihat tombol penyimpan pesan di telepon menyala dan ketika aku buka, ternyata Kenji.. Dia sudah di kantornya dan hanya sekedar say “Ohayo Gozaimasu”. Memang this Japanese perhatian dan ekspresinya berbeda dari other Japanese yang selalu dingin dan memendam rasa (?). Itulah keistimewaan Kenji.

Setelah rombongan China tiba, akhirnya kami berangkat dengan pemandu, Miss Akiko yang lebih sering dipanggil “Koko San”. Ini karena lidah bukan Jepang agak sulit menyebutkan or kepala non Japanese rada sukar mengingat namanya. Sekitar 30 menit berkendaraan bis dari Holiday Inn, Tobu, Narita akhirnya rombongan kami tiba di Markas OVTA yang megah dengan pekarangan depan yang luas dan bersih. Setelah registrasi ulang dan mendapat sekedar briefing, aku dan teman-2 memasuki lift menuju kamar masing-2.. Aku menempati kamar 709, dengan view yang langsung berhadapan dengan jalan raya. Gedung “AM PM” tepat di seberang jalan yang langsung berhadapan dengan Carrefour, Makuhari yang merupakan next building to OVTA. Hari ini, Jum’at tgl. 2 Agustus 2022, dan sore ini Kenji akan menjemputku di OVTA.



Jam 6:15 pm aku mendengar ada ketukan di pintu, dengan malas aku bangun dan melangkah gontai ke arah pintu. Yukata yang aku kenakan tidak aku ganti karena berharap aku akan tidur lagi setelah interupsi ‘knocking’ yang aku pastikan dari teman serombongan entah untuk alasan apa lagi. Susah yah jadi anggota rombongan termuda, apa-apa, aku yang kebagian disuruh terus. Yah presentasilah, yah beresin bahan presentasilah, yah.. yahh.. yahh.. Pokoknya yahh.. semua tugas yang kadang menyita waktu istirahat. Lanjut baca!


Viral Kisah Catatan Perjalanan Anal Seks 1

Viral Kisah Catatan Perjalanan Anal Seks 1

 Aopok.com - Garuda A 330-300 dengan nomor penerbangan 880 mendarat dengan mulus di Airport Narita, Kamis, 1 Agustus 2022, tepat jam 9:53 pagi waktu setempat. Jam tanganku yang masih setia mendisplay tanda waktu Jakarta menunjukkan angka 7:54 WIB, Aku melangkah perlahan dalam deretan panjang penumpang multi ras yang tak sabar untuk melepaskan kebosanan terbang berjam-jam dari Jakarta, di luar pesawat. Tepat di depanku sepasang Suami-Istri Japanese muda (atau kekasih) ribut mesra bagaikan sepasang cucakrowo.


Mataku langsung menangkap sosok si Pria yang lumayan tampan dengan badan atletis (jarang yang begini ini ditemui di antara pria-2 Skinny di Jepang). Sekali-2 si Pria menggerayangi pinggul dan pantat si gadis, sementara si gadis menggelendot manja sambil cekikikan. Antrian berjalan lambat dan adu piting di depanku makin seru seolah malam bagi keduanya. Aku terkesima melihat sedemikian ekspresifnya sang “sejoli” mengutarakan perasaannya, terlebih lagi di depan publik, dengan cueknya mereka saling menjawil, meraba, meluk, kissing dan .. ahh.. semoga teman-2 Japanese yang akan aku temui sehangat ini nantinya. Mengingat tempat sementaraku beraktifitas adalah Chiba Perfecture, yang masih asing bagi aku. Ehheemm..

“Ohayo Gozaimasu.. arigatoo!! (Selamat Pagi.. Terima kasih) ” Sapa pramugari di depan pintu keluar mengagetkanku. Sialan, apa tampangku seperti Japanese yang habis suntan (sampe gosong) di Bali apa? Aku masih bangga jadi orang Indonesia dengan dark skin-nya kok, buktinya waktu aku di Birmingham, setiap kali masuk G Bar, selalu dikelilingi Caucasians yg dalam setiap kesempatan selalu jadi admirers-ku! (nggak nyombong lho! J). Comment mereka selalu bahwa aku punya kulit yang bagus dan tidak kuning seperti Asian people lainnya. Yah aku sergah aja dengan “tentu aja, wong aku orang Indonesia!!”

Kedatanganku kali ini sudah diketahui oleh Kenji, tetapi aku minta agar dia tidak usah menjemputku karena aku bersama rombongan resmi, walaupun cuman berempat, selain itu dari Pihak OVTA (Overseas Vocational Training
Association), promotor kami (ceileh kayak mo tinju) telah menyiapkan jemputan bagi kami. Lagian aku kasihan pada Kenji yang harus jauh-2 dari Nagoya hanya sekedar datang untuk menjemputku dan setelah itu harus kembali lagi ke Nagoya.

Selesai pengecekkan keimigrasian, aku mengambil suitcase dan bergegas mengikuti teman-2 rombongan yang sudah mendahului menuju lobby. Sementara aku menandatangani tanda terima “uang saku” dari OVTA yang disodori Ms. Wakako, sekonyong-konyong terasa ada yang menarik lengan hemku. Ketika aku berpaling.. 



KENJI berdiri disana dengan senyum lebar from ear to ear sehingga matanya nyaris tinggal segaris lurus!! Ah mata itu, aku demen buanget ama matanya yang berbentuk api lilin dengan kebeningan yang menyiratkan kehangatan dan kekocakkan yang tersimpan didalamnya.
Sesaat aku tercekat karena tidak berharap akan bertemu Kenji di Narita Airport. Instead of shake our heads (bowing maksudne), Kenji embraced me, dan aku bisa membaui kesegaran Gucci Envy yang jadi ciri Kenji. Damnn..!!

Anak ini ngangenin bener. Tapi tentu aja, aku harus tidak hanyut dalam gestures mencurigakan karena selain mata-2 Japanese yang melintas memandang curious, ada teman serombongan yang rata-2 ngablak dan asal njeblak jika, Lanjut baca!


Kisah Ngentot Anal Anak Majikan

Kisah Ngentot Anal Anak Majikan

 Tradingan.com - Lima bulan sudah aku bekerja sebagai seorang pembantu rumahtangga di keluarga Pak Rahadi. Aku memang bukan seorang yang makan ilmu bertumpuk, hanya lulusan SD. Tetapi karena niatku untuk bekerja memang sudah tidak bisa ditahan lagi, akhirnya aku pergi ke kota Surabaya, dan beruntung bisa memperoleh majikan yang baik dan bisa memperhatikan kesejahteraanku. Sering terkadang aku mendengar kisah tentang nasib beberapa orang pembantu rumah tangga di kompleks perumahan. Ada yang pernah ditampar majikannya, atau malah bekerja seperti seekor sapi perahan saja.


Ibu Rahadi pernah bilang bahwa beliau menerimaku menjadi pembantu rumahtangganya lantaran usiaku yang relatif masih muda. Beliau tak tega melihatku luntang-lantung di kota metropolis ini. “Jangan-jangan kamu nanti malah dijadikan wanita panggilan oleh para calo WTS yang tak bertanggungjawab.” Itulah yang diucapkan beliau kepadaku.

Usiaku memang masih 18 tahun dan terkadang aku sadar bahwa aku memang cantik, berbeda dengan para gadis desa asalku. Pantas saja jika Ibu Rahadi berkata begitu terhadapku.

Namun akhir-akhir ini ada sesuatu yang mengganggu pikiranku, yakni tentang perlakuan Mas Rizal terhadapku. Mas Rizal adalah anak bungsu keluarga Bapak Rahadi. Dia masih kuliah di semester 6, sedangkan kedua kakaknya telah berkeluarga. Mas Rizal baik dan sopan terhadapku, hingga aku jadi rikuh bila berada di dekatnya. Sepertinya ada sesuatu yang bergetar di tubuhku. Jika aku ke pasar, Mas Rizal tak segan untuk mengantarkanku. Bahkan ketika naik mobil aku tidak diperbolehkan duduk di jok belakang, harus di sampingnya. Ahh.. Aku selalu jadi merasa tak nikmat. Pernah suatu malam sekitar pukul 20.00, Mas Rizal hendak membikin mie instan di dapur, aku bergegas mengambil alih dengan alasan bahwa yang dilakukannya pada dasarnya adalah tugas dan kewajibanku untuk bisa melayani majikanku. Tetapi yang terjadi Mas Rizal justru berkata kepadaku, “Nggak usah, Santi. Biar aku saja, agak apa-apa kok..”

“Nggak.. nggak apa-apa kok, Mas”, jawabku tersipu sembari menyalakan kompor gas.

Tiba-tiba Mas Rizal menyentuh pundakku. Dengan lirih dia berucap, “Kamu sudah capek seharian bekerja, Santi. Tidurlah, besok kamu harus bangun khan..”

Aku hanya tertunduk tanpa bisa berbuat apa-apa. Mas Rizal kemudian melanjutkan memasak. Namun aku tetap termangu di sudut dapur. Hingga kembali Mas Rizal menegurku.

“Santi, kenapa belum masuk ke kamarmu. Nanti kalau kamu kecapekan dan terus sakit, yang repot kan kita juga. Sudahlah, aku bisa masak sendiri kalau hanya sekedar bikin mie seperti ini.”

Belum juga habis ingatanku saat kami berdua sedang nonton televisi di ruang tengah, sedangkan Bapak dan Ibu Rahadi sedang tidak berada di rumah. Entah kenapa tiba-tiba Mas Rizal memandangiku dengan lembut. Pandangannya membuatku jadi salah tingkah.

“Kamu cantik, Santi.”
Aku cuma tersipu dan berucap,
“Teman-teman Mas Rizal di kampus kan lebih cantik-cantik, apalagi mereka kan orang-orang kaya dan pandai.”

“Tapi kamu lain, Santi. Pernah tidak kamu membayangkan jika suatu saat ada anak majikan mencintai pembantu rumahtangganya sendiri?”
“Ah.. Mas Rizal ini ada-ada saja. Mana ada cerita seperti itu”, jawabku.
“Kalau kenyataannya ada, bagaimana?”
“Iya.. nggak tahu deh, Mas.”

Kata-katanya itu yang hingga saat ini membuatku selalu gelisah. Apa benar yang dikatakan oleh Mas Rizal bahwa ia mencintaiku? Bukankah dia anak majikanku yang tentunya orang kaya dan terhormat, sedangkan aku cuma seorang pembantu rumahtangga? Ah, pertanyaan itu selalu terngiang di benakku.

Tibalah aku memasuki bulan ke tujuh masa kerjaku. Sore ini cuaca memang sedang hujan meski tak seberapa lebat. Mobil Mas Rizal memasuki garasi. Kulihat pemuda ini berlari menuju teras rumah. Aku bergegas menghampirinya dengan membawa handuk untuk menyeka tubuhnya. Lanjut baca!


Cerita Akibat Nungging Wanita Ini Kena Anal Sex

Cerita Akibat Nungging Wanita Ini Kena Anal Sex

 Iklans.com - Istri sudah punya. Anak juga sudah sepasang. Rumah, meskipun cuma rumah BTN juga sudah punya. Mobil juga meski kreditan sudah punya. Mau apalagi? Pada awalnya aku cuma iseng-iseng saja. Lama-lama jadi keterusan juga. Dan itu semua karena makan buah terlarang.

Kehidupan rumah tanggaku sebetulnya sangat bahagia. Istriku cantik, seksi dan selalu menggairahkan. Dari perkawinan kami kini telah terlahir seorang anak laki-laki berusia delapan tahun dan seorang anak cantik berusia tiga tahun, aku cuma pegawai negeri yang kebetulan punya kedudukan dan jabatan yang lumayan.


Tapi hampir saja biduk rumah tanggaku dihantam badai. Dan memang semua ini bisa terjadi karena keisenganku, bermain-main api hingga hampir saja menghanguskan mahligai rumah tanggaku yang damai. Aku sendiri tidak menyangka kalau bisa menjadi keterusan begitu.

Awalnya aku cuma iseng-iseng main ke sebuah klub karaoke. Tidak disangka di sana banyak juga gadis-gadis cantik berusia remaja. Tingkah laku mereka sangat menggoda. Dan mereka memang sengaja datang ke sana untuk mencari kesenangan. Tapi tidak sedikit yang sengaja mencari laki-laki hidung belang.

Terus terang waktu itu aku sebenarnya tertarik dengan salah seorang gadis di sana. Wajahnya cantik, Tubuhnya juga padat dan sintal, kulitnya kuning langsat. Dan aku memperkirakan umurnya tidak lebih dari delapan belas tahun. Aku ingin mendekatinya, tapi ada keraguan dalam hati. Aku hanya memandanginya saja sambil menikmati minuman ringan, dan mendengarkan lagu-lagu yang dilantunkan pengunjung secara bergantian.

Tapi sungguh tidak diduga sama sekali ternyata gadis itu tahu kalau aku sejak tadi memperhatikannya. Sambil tersenyum dia menghampiriku, dan langsung saja duduk disampingku. Bahkan tanpa malu-malu lagi meletakkan tangannya di atas pahaku. Tentu saja aku sangat terkejut dengan keberaniannya yang kuanggap luar biasa ini.
“Sendirian aja nih.., Omm..”, sapanya dengan senyuman menggoda.
“Eh, iya..”, sahutku agak tergagap.
“Perlu teman nggak..?” dia langsung menawarkan diri.

Aku tidak bisa langsung menjawab. Sungguh mati, aku benar-benar tidak tahu kalau gadis muda belia ini sungguh pandai merayu. Sehingga aku tidak sanggup lagi ketika dia minta ditraktir minum. Meskipun baru beberapa saat kenal, tapi sikapnya sudah begitu manja. Bahkan seakan dia sudah lama mengenalku. Padahal baru malam ini aku datang ke klub karaoke ini dan bertemu dengannya.

Semula aku memang canggung, Tapi lama-kelamaan jadi biasa juga. Bahkan aku mulai berani meraba-raba dan meremas-remas pahanya. Memang dia mengenakan rok yang cukup pendek, sehingga sebagian pahanya jadi terbuka.

Hampir tengah malam aku baru pulang. Sebenarnya aku tidak biasa pulang sampai larut malam begini. Tapi istriku tidak rewel dan tidak banyak bertanya. Sepanjang malam aku tidak bisa tidur. Wajah gadis itu masih terus membayang di pelupuk mata. Senyumnya, dan kemanjaannya membuatku jadi seperti kembali ke masa remaja.

Esoknya Aku datang lagi ke klub karaoke itu, dan ternyata gadis itu juga datang ke sana. Pertemuan kedua ini sudah tidak membuatku canggung lagi. Bahkan kini aku sudah berani mencium pipinya. Malam itu akau benar-benar lupa pada anak dan istri di rumah. Aku bersenang-senang dengan gadis yang sebaya dengan adikku. Kali ini aku justru pulang menjelang subuh.

Mungkin karena istriku tidak pernah bertanya, dan juga tidak rewel. Aku jadi keranjingan pergi ke klub karaoke itu. Dan setiap kali datang, selalu saja gadis itu yang menemaniku. Dia menyebut namanya Reni. Entah benar atau tidak, aku sendiri tidak peduli. Tapi malam itu tidak seperti biasanya. Reni mengajakku keluar meninggalkan klub karaoke. Aku menurut saja, dan berputar-putar mengelilingi kota Jakarta dengan kijang kreditan yang belum lunas. Lanjut baca!


Cerita Sex Sedarah Ngentot Memek dan Toket Keponakan

Cerita Sex Sedarah Ngentot Memek dan Toket Keponakan

Cerita Sex Sedarah Ngentot Memek dan Toket KeponakanSekitar 2 minggu yang lalu saya dapat tugas keluar kota tepatnya ke Pan***daran untuk melakukan tugas rutin , saya sendiri tinggal dikota Band**g . Hari itu tepatnya hari rabu jadi subuh- subuh saya sudah berangkat kesana sendiri dgn mobil operasional kantor , sengaja saya gak bawa supir karena ingin berlibur disana , kebetulan hari senin dpnya pas merah jadi saya Cuma kerja kamis dan jumat jadi masih ada 3 hari untuk berlibur.
Singkat cerita dari rabu sore sampai jumat siang , saya hanya disibukkan dengan kerjaan , meeting dengan cabang dikota tersebut , jumat siang saya mohon pamit balik kehotel karena semua kerjaan saya sudah selesai. Setelah tiba dihotel lalu makan siang dan ganti baju saya bergegas bersiap-siap mau main surfing dilaut , ini hobi yg sudah saya tekuni dari 1 tahun lalu apalagi tiap bulan saya pasti kekota ini.Hal ini yg membuat saya selalu semangat setiap dinas ke Pan***daran.

Saat hendak beranjak dari kamar , HP saya bunyi dan dilayar hp saya lihat nama Kak Lisa , ” aduh…ada-ada aja yg ganggu ” pikirku agak kecewa”. Lalu hp saya angkat siapa tau penting.
“iya…halo ada apa kak”.sahut saya ketus.
“lho..lho…kok…marah si”.balas kak lisa.
“kakak Cuma mau minta tolong bisa gak…”sahutnya merayu.
“…iya deh ada apa “balas saya dgn nada lembut.
” gitu dong jadi adek , yang baik sama kakak” sahutnya
“iya…ada apa” sahut saya memotong.. Wajib baca selengkapnya!!!

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik